PARIS, iNews.id - Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH), perusahaan fesyen mewah asal Prancis baru saja mengakuisisi perusahaan perhiasan asal AS, Tiffany & Co. Nilai akuisisi tersebut mencapai 16,2 miliar dolar AS atau setara Rp227 triliun.
Sehari setelah akuisisi, kekayaan bos LMVH Bernard Arnault langsung bertambah Rp40 triliun. Kenaikan itu membuat Arnault menempati posisi kedua dalam daftar orang terkaya di dunia setelah Jeff Bezos, bos Amazon. Total kekayaan Arnault mencapai lebih dari Rp1.500 triliun.
Arnault awalnya menggarap sektor konstruksi saat melanjutkan bisnis keluarga di Robuaix pada 1970-an. Dia mulai membangun kerajaan bisnis fesyen mewah pada 1984 saat mengakuisisi Boussac dan Christian Dior. Enam tahun kemudian dia membeli LVMH.
Pria berusia 70 tahun tersebut memperluas kerajaan bisnisnya saat membeli Tiffany & Co, yang merupakan akuisisi terbesar LVMH sepanjang sejarah. Tiffany akan bergabung dengan merek-merek mewah lain di bawah LVMH seperti Fendi, Bulgari, Dom Perignon, dan Givenchy.
"Kami memiliki rasa hormat dan kagum yang mendalam kepada Tiffany dan berniat membangun perusahaan perhiasan ini dengan dedikasi dan komitmen yang sama yang kami lakukan pada setiap merek kami," kata Arnault, dikutip dari Forbes, Kamis (28/11/2019).