JAKARTA, iNews.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan, aksi bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya tidak akan berdampak pada dunia usaha.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan Roeslani yakin aksi terror yang menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka itu tidak akan menyurutkan minat investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
"Prospek investasi tetap terbuka luas karena dukungan perbaikan birokrasi dan pembangunan infrastruktur yang digalakkan pemerintah," kata Rosan, Senin (14/5/2018).
Rosan menyampaikan keprihatinan mendalam dan mengutuk keras aksi teror yang terjadi di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi. Dia menyebut, peledakan bom di tiga gereja yang tidak berjauhan itu sebagai tindakan yang tidak bermoral dan tidak berperikemanusiaan.
“Namun aksi teror di Surabaya tersebut tidak akan memecah belah kita justru memperkuat persatuan dan kesatuan di antara kita, untuk melawan segala bentuk terorisme” katanya.
Rosan optimistis aparat keamanan dapat mengusut tuntas dan menumpas aksi terorisme yang tidak beradab ini hingga ke akar-akarnya.
Sebelumnya diberitakan, ledakan bom terjadi di tiga lokasi di Surabaya, yakni di Gereja Santa Maria Jalan Ngagel Surabaya, GKI Diponegoro Surabaya, dan GPPS Jalan Arjuno Surabaya. Peristiwa itu mengakibatkan 13 korban tewas dan 41 lainnya luka parah. (Dani Jumadil Akhir)