Harga Minyak Mentah Menguat Jelang Pertemuan OPEC

Dinar Fitra Maghiszha
Harga minyak mentah menguat pada perdagangan, Senin (5/9/2022), jelang pertemuan OPEC di tengah kemungkinan kebijakan pemotongan produksi. (Foto: Reuters)

JAKARTA, iNews.id - Harga minyak mentah menguat pada perdagangan, Senin (5/9/2022). Kenaikan ini terjadi jelang pertemuan produsen organisasi pengekspor minyak bumi (OPEC) hari ini di tengah kemungkinan kebijakan pemotongan produksi.

Data perdagangan hingga pukul 10:02 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak November menguat 1,43 persen menjadi 94,35 dolar AS per barel. Kemudian, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Oktober tumbuh 1,47 persen sebesar 88,14 dolar AS per barel.

Sebelumnya, kedua benchmark harga minyak telah tertekan dalam tiga bulan terakhir berturut-turut, setelah sempat melonjak ke level tertingginya pada Maret lalu. Hal itu terjadi menyusul kekhawatiran bahwa kenaikan suku bunga dan pembatasan mobilitas di sejumlah wilayah China, dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global sekaligus membatasi permintaan.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, dijadwalkan akan bertemu untuk memutuskan apakah mereka akan menaikkan tingkat produksi atau justru memangkasnya untuk menaikkan harga.

"Sementara ini kami memperkirakan OPEC akan mempertahankan produksi saat ini atau tidak berubah," tulis analis ANZ dalam sebuah catatan dikutip dari Reuters, Senin (5/9/2022).

Sementara itu, Rusia dikabarkan tidak mendukung kebijakan pengurangan produksi minyak saat ini, sedangkan OPEC+ kemungkinan tetap akan menjaga produksinya di level stabil, menurut laporan Wall Street Journal pada Minggu (4/9/2022).

Sementara itu, pasar juga tengah menanti hasil dari negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir 2015 antara Iran dengan negara-negara Barat. Jika disepakati, maka hal ini dapat memungkinkan Teheran untuk meningkatkan ekspor minyak dan meningkatkan pasokan global.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Rupiah Hari Ini Bergerak Menuju Rp17.800 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

57 tahun lalu

AS Hentikan Relaksasi Sanksi Minyak Rusia, Harga Energi Terancam Naik

57 tahun lalu

Rupiah Diprediksi Lanjutkan Pelemahan Pekan Depan, Berpotensi Sentuh Rp17.850 per Dolar AS

57 tahun lalu

Bahlil Ungkap Rencana Bentuk KEK untuk Bangun Gudang Minyak Raksasa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal