Bukan 200 Persen, Mendag Sebut Impor Keramik Bakal Kena Bea Masuk Segini!

Tangguh Yudha
ilustrasi impor keramik akan dikenakan bea masuk (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menjelaskan besaran Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) impor keramik tak mencapai 200 persen. Adapun, besarannya akan ditetapkan antara 45-50 persen.

Menurut Zulkifli, penyelidikan terkait impor keramik telah selesai dilakukan oleh Komite Anti Dumping Indonesia (KADI). Selain itu juga oleh Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI).

"Yang keramik, kami sudah dapat, sudah disampaikan ke saya. Lagi saya pelajari, benar-benar sudah selesai. Ada BMAD yang rata-rata kira-kira itu 45 sampai 50 persen," ucap dia pada Selasa (6/8/2024). 

Lebih lanjut, hasil penyelidikan yang dilakukan KPPI adalah diberlakukan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) atau safeguard sebesar 13 persen.

Zulkifli menyebut, saat ini ada enam komoditas lagi yang mendapat penyelidikan impor yakni, tekstil dan produk tekstil (TPT), pakaian jadi, perangkat elektronik, kosmetik, barang tekstil jadi, dan alas kaki.

"Yang sudah selesai kemarin keramik, yang lain masih dihitung," tutur dia

Kemendag sendiri menggunakan otoritas yang dimiliki untuk melindungi dan menyelamatkan industri dalam negeri melalui pengenaan BMAD dan BMTP. Besaran bea masuk itu diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2011 tentang Tindakan Anti Dumping, Tindakan Imbalan dan Tindakan Pengamanan Perdagangan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Kesulitan Bahan Baku Impor, Pengusaha Minta Pemerintah Beri Relaksasi

Nasional
7 hari lalu

Mendag Ungkap Penyebab Harga Cabai Rawit Merah Masih Mahal usai Lebaran

Nasional
7 hari lalu

Zulhas Temukan Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp100.000 di Pasar Minggu 

Nasional
15 hari lalu

Prabowo Heran RI Punya Kopi hingga Cokelat Terbaik, tapi Masih Impor Produk Jadi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal