Bahlil Ungkap 400 KK di Rempang Setuju Digeser ke Tanjung Banun

Ikhsan Permana SP
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan, jumlah warga Pulau Rempang yang setuju digeser ke Tanjung Banun bertambah menjadi 400 KK. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, jumlah warga Pulau Rempang, Kepulauan Riau, yang setuju digeser ke Tanjung Banun karena terdampak pembangunan proyek Rempang Eco-City bertambah menjadi 400 kepala keluarga (KK). Sebelumnya, 341 KK dari total 900 KK setuju untuk digeser.

"Sekarang yang sudah (setuju) hampir kurang lebih 400 KK sudah daftar sukarela untuk digeser," ujar Bahlil kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Dari 400 KK tersebut, Bahlil menyebut sudah ada 27 KK yang ditempatkan di hunian sementara, sedangkan sisanya masih dalam proses pemindahan.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah tengah membuat hunian tetap bagi warga Rempang yang terdampak pembangunan Rempang Eco City. Hal itu, menurutnya akan dijamin pemerintah melalui peraturan presiden (Perpres).

"Sekarang kita mulai membangun proses rumah contohnya dan itu semua dijamin lewat Perpres. Contoh 27 KK mereka punya uang selama masa nunggu rumah, Rp1,2 juta per bulan dan Rp1,2 juta per KK untuk kontrak itu kan kita selesaikan di tiga bulan pertama. Jadi kalau 1 KK ada empat orang, dapatnya Rp6 juta per bulan sampai masa tunggu," tuturnya.

Hunian tetap tersebut ditargetkan bisa selesai hingga awal tahun 2024. Sebab, menurut Bahlil, butuh waktu beberapa bulan untuk merampungkan hunian tersebut.

"Ya tahun depan, karena butuh waktu 6-7 bulan," katanya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
21 jam lalu

Siap-Siap! Proyek Blok Masela bakal Serap 12.000 Tenaga Kerja

22 jam lalu

Harga Gas Blok Masela Belum Final, Bahlil Ungkap Ada Biaya Pembangunan Pipa 180 Km

22 jam lalu

Bahlil Pastikan 30 Persen Tenaga Kerja Proyek Gas Abadi Masela Warga Maluku

23 jam lalu

Bahlil Pastikan 60% Gas Blok Masela untuk RI, Ekspor Maksimal Hanya 40%

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal